PLN Kantongi 68% Pendanaan 10.000 MW Pertama

PLN Kantongi 68% Pendanaan 10.000 MW Pertama

- detikFinance
Jumat, 30 Jan 2009 10:33 WIB
PLN Kantongi 68% Pendanaan 10.000 MW Pertama
Jakarta - Total komitmen pendanaan proyek 10.000 MW tahap pertama yang sudah dikantongi PLN mencapai US$ 5,5 miliar. Dana tersebut sekitar 68% dari total kebutuhan proyek 10.000 MW tahap pertama yang mencapai US$ 8 miliar.

Demikian disampaikan Dirut PLN Fahmi Mochtar kepada wartawan di Gedung Depkeu, Jakarta, Jumat (30/1/2009).

"Saat ini yang sudah komit sekitar Rp 5,5 miliar termasuk yang ditandatangani hari ini. Jadi kita membutuhkan sekitar US$ 2,5 miliar lagi," ujarnya.

Untuk sisa pendanaan yang belum didapatkan, PLN akan terus menawarkan kepada perbankan internasional maupun nasional seperti BNI, BRI dan Mandiri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"US$ 2,5 miliar Kita tawarkan ke BNI, BRI, termasuk Mandiri dan perbankan nasional dan perbankan internasional lainnya. 70% pendanaan dari luar negeri, sisanya dari dalam negeri," katanya.

Khusus pembangunan pembangkit listrik di luar jawa, Fahmi berharap pendanaannya bisa berasal dari Bank Pembangunan Daerah (BPD) untuk mendukung kemajuan perekonomian daerah.

"Karena jumlah nilai rupiahnya bisa ditanggung oleh daerah. Kalau yang di Jawa oleh perbankan nasional besar dengan pola yang sama seperti hari ini," ungkapnya.

Fahmi berharap agar pihaknya dapat lebih cepat dalam memperoleh dana tersebut agar proses pembangunan pembangkit 10 ribu MW ini bisa segera diselesaikan.

"Kalau mau cepat maka dananya harus juga cepat. Artinya pembangkit yang harus selesai 2009, pendanaannya harus selesai 2009. Pembangkit yang pendanaannya 2010, maka pembangunannya harus diselesaikan 2010 juga," ungkapnya.

Untuk tahun 2009, imbuh Fahmi, diharapkan tiga pembangkit dari bagian pembangunan 10.000 MW sudah mulai beroperasi seperti Labuan, Rembang dan Indramayu.

"Labuan hampir 90% sehingga diupayakan firts firing Maret. Setelah tiga bulan kemudian berarti Indramayu, 3 bulan kemudian Rembang. Total tiga pembangkit itu mendekati 1.800 MW," jelasnya. (epi/lih)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads