Danantara menargetkan jumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hingga akhir tahun hanya sekitar 200 perusahaan. Jumlah ini turun dari BUMN yang ada sebanyak lebih dari 1.000 BUMN.
Hal tersebut diungkapkan oleh COO Danantara Dony Oskaria acara yang digelar IKA FIKOM UNPAD dengan tajuk "Dua Tahun Danantara" di Jakarta, Jumat (2/10/2026).
"Nah, ini sudah selesai kita tentukan sehingga harapannya ini selalu disampaikan oleh Bapak Presiden, kita harapkan akhir tahun ini tinggal hanya 200 perusahaan yang kita kelola," ujar Dony.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam proses tersebut, Dony mengatakan ada BUMN yang ditutup, di-divestasi, dikonsolidasikan, hingga direstrukturisasi.
"Bentuk restrukturisasi itu berbagai macam. Ada yang bentuknya equity, ada juga yang kita inbreng aset, tapi itu juga ujungnya ke equity ada juga kita melakukan restrukturisasi pinjamannya," katanya.
Sebelumnya, Dony menyampaikan bahwa sebanyak 274 entitas BUMN telah dipangkas. Pemangkasan ini sebagai bagian dari program transformasi pengelolaan BUMN agar lebih ramping, efektif, dan efisien.
Hal itu dilaporkan Dony dalam pertemuan dengan Utusan Khusus Presiden pada Kamis (6/8/2026). Pertemuan tersebut membahas perkembangan program transformasi BUMN yang tengah dijalankan pemerintah. Dalam kesempatan itu, Dony mengatakan program streamlining terus berjalan sesuai target.
"Kami laporkan sebelumnya bagaimana kami melakukan streamlining. Nah, result-nya sekarang sudah 274 perusahaan yang kita lakukan streamlining," ujar Dony dalam keterangan tertulis, Jumat (7/8/2026).
(hrp/fdl)









































