Indonesia Masih Pra Krisis

Indonesia Masih Pra Krisis

- detikFinance
Sabtu, 31 Jan 2009 16:31 WIB
Jakarta - Hampir semua negara di dunia sedang dilanda krisis finansial global akibat banyaknya kasus korporasi dan melemahnya ekonomi dunia. Indonesia dinilai belum masuk dalam perangkap krisis tapi sudah di tahap pra krisis.

"Kita belum alami krisis yang riil, saat ini kita masih pra krisis," kata pengamat ekonomi dan perbankan Ryan Kiryanto di sela-sela BNI Media Gathering, di Pasar Seni Ancol, Jakarta, Sabtu (31/1/2009).  

Dengan melemahnya ekspor dan impor, pemerintah harus sigap mengucurkan stimulus fiskal ke sektor UMKM. Karena di sektor UMKM banyak pelaku kecil yang harus dibantu. "Ini akan menopang nggak terjadi PHK massal, menyerap tenaga dan menjaga kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia memperkirakan dengan target pertumbuhan ekonomi tahun ini sebesar 4,5% maka untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi seperti tahun lalu harus menunggu pemulihan ekonomi dunia.

"Seberapa cepat recovery pemulihan ekonomi ini penting. IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi dari 1,7 persen ke 1,5 persen. Kalau melemah maka demand akan menurun. Ini berdampak terhadap ekspor dan impor," ujarnya.

Ryan menilai target pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diungkapkan Menteri Keuangan Sri Mulyani sebesar 4,5-5 persen adalah angka yang moderat.

Menurutnya, ekonomi Indonesia masih masih akan bertumpu dari konsumsi. Namun ketika sektor konsumsi tidak bisa mendongkrak maka itu berarti pemerintah harus mengeluarkan belanja yang digunakannya.

"Pemerintah bisa segera mencairkan anggaran di tingkat pusat hingga daerah dan segera mengeksekusi program yang sudah dibuat," pungkas Ryan.
(ir/ir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads