Ekspor 2008 Naik 19,86%, Surplus Perdagangan Turun Tajam

Ekspor 2008 Naik 19,86%, Surplus Perdagangan Turun Tajam

- detikFinance
Senin, 02 Feb 2009 14:22 WIB
Ekspor 2008 Naik 19,86%, Surplus Perdagangan Turun Tajam
Jakarta - Indonesia masih mampu mencetak kenaikan ekspor selama tahun 2008. Namun surplus perdagangan tahun 2008 turun tajam dibandingkan tahun 2007.

Demikian Deputi Bidang Statistik, Distribusi dan Jasa BPS Ali Rosidi dalam konferensi pers dikantornya, jalan DR Sutomo, Jakarta, Senin (2/2/2009).

BPS mencatat ekspor kumulatif dari Januari-Desember 2008 sebesar US$ 136,76 miliar naik 19,86% dibandingkan ekspor kumulatif 2007 yang sebesar US$ 113,99 miliar. Pada Januari-Desember 2007, BPS mencatat ekspor tumbuh 13,09% menjadi US$ 113,99 miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Khusus untuk ekspor pada Desember 2008 sebesar US$ 8,69 miliar turun 9,57% dibanding November.

Penurunan paling besar terjadi pada ekspor lemak dan minyak hewan nabati sebesar US$ 382,6 juta, kenaikan tertinggi pada bijih, kerak dan logam US$ 191,6 juta.

"Memang ekspor sejak Oktober mengalami penurunan , year on year-nya juga turun, Meski dua-duanya turun tapi trade balance kita masih surplus," ujar Ali.

Untuk impor secara kumulatif Januari-Desember 2008 tercatat sebesar US$ 128,79 miliar. Dengan demikian surplus perdagangan tahun 2008 mencapai US$ 7,97 miliar atau turun tajam ketimbang surplus perdagangan tahun 2007 yang sebesar US$ 39,59 miliar. Indonesia untuk pertama kalinya mencatat defisit perdagangan pada Juli 2008 sebesar US$ 270 juta.

Khusus untuk impor pada Desember 2008 tercatat US$ 7,7 miliar turun 11,67%, dibanding November 2008. Impor migas tercatat sebesar US$ 0,98 miliar atau 12,77%, non migas 6,72 miliar atau 87,23%. (qom/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads