Demikian Deputi Bidang Statistik, Distribusi dan Jasa BPS Ali Rosidi dalam konferensi pers dikantornya, jalan DR Sutomo, Jakarta, Senin (2/2/2009).
BPS mencatat ekspor kumulatif dari Januari-Desember 2008 sebesar US$ 136,76 miliar naik 19,86% dibandingkan ekspor kumulatif 2007 yang sebesar US$ 113,99 miliar. Pada Januari-Desember 2007, BPS mencatat ekspor tumbuh 13,09% menjadi US$ 113,99 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penurunan paling besar terjadi pada ekspor lemak dan minyak hewan nabati sebesar US$ 382,6 juta, kenaikan tertinggi pada bijih, kerak dan logam US$ 191,6 juta.
"Memang ekspor sejak Oktober mengalami penurunan , year on year-nya juga turun, Meski dua-duanya turun tapi trade balance kita masih surplus," ujar Ali.
Untuk impor secara kumulatif Januari-Desember 2008 tercatat sebesar US$ 128,79 miliar. Dengan demikian surplus perdagangan tahun 2008 mencapai US$ 7,97 miliar atau turun tajam ketimbang surplus perdagangan tahun 2007 yang sebesar US$ 39,59 miliar. Indonesia untuk pertama kalinya mencatat defisit perdagangan pada Juli 2008 sebesar US$ 270 juta.
Khusus untuk impor pada Desember 2008 tercatat US$ 7,7 miliar turun 11,67%, dibanding November 2008. Impor migas tercatat sebesar US$ 0,98 miliar atau 12,77%, non migas 6,72 miliar atau 87,23%. (qom/ir)











































