Hal ini dikatakan oleh Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Slamet Sutomo dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta, Senin (2/2/2009).
"Penurunan terbesar adalah pada produksi industri motor yang turun 14,89% dibanding kuartal III-2008. Kemudian produksi industri logam dasar juga turun 13,04% dan industri tekstil turun 10,61%," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Industri pengolahan sedang dan besar ini porsinya kurang lebih 80% dari sisi output industrinya. Kuartal IV-2008 terjadi krisis finansial global dan ini sangat mempengaruhi industri pengolahan skala sedang dan besar. Apalagi ekspor kita turun di kuartal IV-2008, ini memberikan indikasi ke produksi," paparnya.
Meskipun minus, secara year on year industri pengolahan sedang dan besar pada kuartal IV-2008 mengalami kenaikan sebesar 1,36%.
Sementara itu sepanjang tahun 2008 pertumbuhan produksi yang mengalami kenaikan tertinggi adalah industri furnitur dan pengolahan lainnya naik 34,16%, industri alat angkutan selain kendaraan bermotor roda empat/lebih naik 14,12%, industri kendaraan bermotor naik 20,78%.
"Jenis-jenis industri yang pertumbuhan produksinya mengalami penurunan terbesar pada tahun 2008 adalah industri kimia dan barang-barang dari kimia yang turun 6,32%," pungkasnya. (dnl/qom)










































