SBY Tak Kenal Karen Agustiawan

SBY Tak Kenal Karen Agustiawan

- detikFinance
Kamis, 05 Feb 2009 18:25 WIB
SBY Tak Kenal Karen Agustiawan
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak kenal dengan Dirut baru Pertamina, Karen Agustiawan. Meski demikian, SBY berharap Karen bisa mewujudkan misi besar Pertamina.

Namun menurut Mensesneg Hatta Rajasa, yang dimaksud dengan tidak kenal ini adalah bahwa presiden tidak pernah memanggil secara khusus Karen demi penetapannya sebagai Dirut.

"Saya klarifikasi, maksudnya bukan nggak kenal secara personal, tapi beliau bukan dipanggil dulu dan diperkenalkan sebelum ditetapkan. Maksudnya, presiden selalu minta sistem yang berjalan," jelas Hatta saat ditemui di kantornya, Gedung Setneg, Jakarta, Kamis (5/2/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hatta menjelaskan, proses penggantian direksi Pertamina kali ini sudah mengikuti prosedur yakni ada fit and proper test, pemilihan oleh Tim Penilai Akhir.

"Jadi tidak ada istilah drop drop-an, semua pakai proses. Saya sendiri tidak kenal dengan Karen, tapi beliau mungkin punya track record yang baik terkait dengan teknis operasional perminyakan," tegas Hatta lagi.

Yang pasti, SBY berharap Pertamina bisa menyelesaikan misi-misi besarnya di bawah kepemimpinan Karen. Diantaranya adalah menjamin pasokan energi BBM di tanah air agar distribusi lancar dan aman di seluruh tanah air. Ini tidak bisa ditawar-tawar.

"Kedua, meningkatkan produksi minyak nmasional yang dikelola Pertamina. Waktu Bu Karen, produksi cukup pesat. Jadi harapan Pertamina agar Bu Karen mampu memperbanyak produksi," ujarnya.

Menurut Hatta, peningkatan produksi sangat penting mengingat konsumsi energi terus meningkat sekitar 8-10 persen. Sehingga bila tidak diimbangi dengan pembangunan kilang-kilang baru, maka akan tinggi ketergantungan impor.

"Jadi harapan saya direksi baru mampu melakukan peremajaan kilang yang sudah tua, syukur-syukur membangun kilang baru agar tidak tergantung impor," tambahnya.

Pemerintah juga mengingatkan Pertamina agar semakin tinggi efisiensi. Kurangi kebocoran dan good class company.

Terkait dengan pergantian Ari Soemarno, Hatta tidak secara tegas menjelaskan apakah hal itu terkait dengan teguran Presiden awal tahun lalu karena munculnya kelangkaan.

"Kita harus melihat teguran presiden tersebut sangat wajar dalam kondisi tertentu dimana tiba-tiba bensin tutup dan kurang pasokan. Kalau tidak atensi takutnya ini nanti menjalar," katanya.

Pergantian tidak terkait pemilu? "Nggak usah dibawa-bawa kesitu, terlalu jauh. Kita harus berpikir positif. Pemegang saham punya pandangan yang positif dan terukur soal ini," pungkasnya.

(qom/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads