Pertama, dari sisi kepemimpinan (leadership), sosok Karen masih disanksikan untuk menjadi nahkoda yang kuat bagi perusahaan negara terbesar itu. Kedua, dari sisi integritas dan kejujuran, posisi Karen sudah sangat tepat untuk memimpin Pertamina.
Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bidang Pertambangan dan Migas Herman Afif saat dihubungi detikFinance, Kamis (5/2/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga menambahkan, sosok Karen relatif lebih kuat untuk tidak digiring atau diarahkan oleh kepentingan orang lain di luar Pertamina.
"Memang negatifnya strong leadershipnya perlu pengujian lagi karena Pertamina perusahaan yang penuh tantangan harus tahan, perlu leadership yang tinggi. Positifinya dia memiliki manajemen moderen dan hubungan internasional yang bagus," katanya.
Dengan latar belakang akademis Karen di bidang teknik, Herman memperkirakan, Dirut baru Pertamina bisa lebih bisa mengembangan sektor hulu maupun hilir, termasuk mengembangan pengolahan di dalam negeri.
Mengenai kemampuannya untuk mengatur anak buah terkait kesanggupan mengatur sisi hilir agar tidak terjadi kelangkaan. Herman yakin, dirut baru Pertamina bisa mengatasinya.
"Kalau soal kelangkan itu masalah manajemen bagaimana ia mengatur hubungan dengan anak buahnya di logistik. Masalah kejujurannya, itu saya jamin. Saya takuti itu, dia dikibulin oleh anak buah nya," pungkasnya.
Herman mengatakan sekarang, ini Pertamina diibaratkan sebagai seekor gajah bengkak yang sakit, sehingga memerlukan penanganan yang tepat oleh pemimpin yang tepat pula.
Ia mengharapkan Pertamina harus mampu menjamin pasokan dalam negeri dengan menekan impor bahan jadi dan meningkatkan investasi termasuk membangun kilang-kilang baru dan lain-lain.
(hen/lih)











































