Menurut Direktur Keuangan Pertamina Ferederick Siahaan, penjualan BBM keekonomian Pertamina ini menurun karena hadirnya SPBU swasta seperti Shell dan Petronas.
"Penurunan volume penjualan BBM non PSO karena swasta mulai masuk distribusi BBM non PSO," ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR, di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (10/2/2009). Sejumlah produk BBM keekonomian antara lain adalah Pertamax, Pertamax Plus, Pertamina Dex, dan BBM industri.
Faktor lainnya, lanjut Ferederick, penurunan penjualan juga disebabkan adanya penurunan volume pembelian BBM non PSO untuk kegiatan pembangkit di PLN.
Sedangkan untuk penjualan BBM PSO tahun 2008 yang sebesar 38,92 juta KL meningkat dibanding tahun lalu yang sebanyak 38,66 juta KL.
"Realisasi ini sesuai kesepakatan dengan pemerintah," ungkapnya.
Untuk kegiatan subsidi BBM tahun 2008, imbuh Frederick, Pertamina telah memberikan subsidi BBM sebesar Rp 144,8 triliun yang terdiri Rp 4,3 triliun untuk elpiji dan Rp 140,5 triliun untuk BBM.
"Angka ini baru prognosa tahun 2008 dan ini belum diaudit BPK. BPK baru masuk audit PSO 2008 dan diperkirakan selesai pada Mei atau Juni 2009," jelasnya.
Untuk kegiatan investasi di Pertamina baik di hulu maupun hilir, Ferederick menyebutkan untuk tahun 2008 mencapai Rp 12,1 triliun. Dari total investasi tersebut, sektor hulu memperoleh porsi terbesar yaitu Rp 7,6 triliun. (epi/lih)











































