Demikian disampaikan Presiden SBY usai rapat kunjungan kerja ke Kantor Pusat Pertamina, Kamis (12/2/2009).
"Natuna juga tadi dilaporkan. Pada 2007 sudah diputuskan kontrak Exxon berakhir," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengakui, investasi yang diperlukan untuk mengembangkan Natuna sangat besar. Apalagi karena membutuhkan teknologi yang bisa mengatasi kandungan CO2 yang sangat tinggi.
Untuk itu, SBY menyadari bahwa Pertamina membutuhkan partner. Ia pun mempersilakan Pertamina untuk mencari partner melalui proses yang transparan.
"Untuk Natuna besar investasinya, juga dibutuhkan tekonologi yang bisa mengatasi kandungan CO2 yang tinggi. Sehingga Pertamina perlu partner, maka lakukan negosiasi yang baik," tuturnya.
Ia menekankan agar seleksi partner Pertamina harus berjalan dengan akuntable.
"Jangan ada protes yang nggak semestinya, saya ingin semua bersih. Sehingga negara tidak dirugikan, Pertamina bisa dapat pendapatan. Pendapatan yang layak didapat Pertamina untuk negara juga," katanya. (lih/qom)











































