Demikian disampaikan Presiden SBY usai rapat kunjungan kerja di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Kamis (12/2/2009).
"Tadi Dirut usulkan ada insentif pajak dan investasi di bidang itu. Juga perlu jaminan produksinya akan terserap pasar. Saya minta ini dibicarakan serius, bila tidak maka kita tidak punya timeline bangun kilang itu," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita masih banyak impor BBM. Padahal dilihat dari produksi harian, baik yang untuk ekspor dan pakai sendiri, maka lebih efisen kalau kita produksi sendiri," katanya.
Sayangnya, pembangunan kilang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Dari sejumlah rencana pembangunan kilang yang disiapkan Pertamina, hingga kini belum ada yang dibangun.
"Pembanguanan kilang baru sudah ada rencananya. Tapi hingga ini belum ada yang dibangun. Ada faktor yang akibatkan tak bisa realisi segara adalah karena marginnya yang kecil. Maka perlu ada cost benefit struktur yang tepat." katanya.
Ia juga mementingkan perlunya timeline yang tepat agar produksi BBM dalam negeri bisa terpenuhi.
"Untuk pelaksaanaanya kita perlu ada timeline agar tepat dan bisa lebih banyak lagi BBM yang kita produksi," katanya. (epi/lih)










































