Hal ini ditegaskan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro kepada wartawan di gedung ESDM, Jakarta, Senin (16/2/2009).
"Kami sudah pasok satu kargo. Untuk memenuhi sisanya itu sambil jalan, pada saat ini sedang menunggu surat persetujuan pemerintah untuk membayar pembelian 8 kargo di pasar spot," ujar Purnomo.
Purnomo menjelaskan berdasarkan laporan Dirut PT Pusri (sebagai holding pabrik pupuk nasional) saat kunjungan kerja Presiden di PT Kujang, Karawang, beberapa hari silam, pasokan gas untuk sebagian besar kebutuhan pabrik pupuk nasional sudah terpenuhi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu Deputi Finansial, Ekonomi dan Pemasaran BP Migas Djoko Harsono menuturkan pihaknya akan mengusahakan memenuhi sisa kebutuhan gas untuk PIM.
"Kami akan coba memenuhi kebutuhan gas PIM kapan pun mereka butuhkan," jelasnya.
Djoko mengaku pihaknya telah mendapatkan 1 kargo tambahan dari bontang untuk dua bulan ke depan.
"Kami sudah mendapatkan tambahan 1 kargo dari Bontang, tinggal ditandatangani sehingga aman untuk perpanjangan dua bulan kedepan sambil mencari tambahan kargo yang lain."
Joko menyatakan PIM hanya mampu membayar harga gas di bawah US$ 6 per mmbtu. Harga gas dipasaran spot sekitar US$ 4-6 per mmbtu "Mereka minta harga gas harus di bawah US$ 6 dolar per mmbtu agar tidak membebani pemerintah dan mereka (PIM) bisa dapat untung," katanya.
(epi/lih)










































