RI Harus Manfaatkan Kunjungan Hillary Bahas Proteksionisme AS

RI Harus Manfaatkan Kunjungan Hillary Bahas Proteksionisme AS

- detikFinance
Rabu, 18 Feb 2009 13:10 WIB
RI Harus Manfaatkan Kunjungan Hillary Bahas Proteksionisme AS
Jakarta - Pemerintah Indonesia harus memanfaatkan kunjungan Menlu AS Hillary Clinton untuk menolak kebijakan Buy American yang tersirat dalam program stimulus ekonomi AS 2009. Buy American adalah perilaku AS yang proteksionistis dan akan memicu perang dagang.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Komite Tetap Perdagangan Dalam Negeri Kadin Indonesia Bambang Soesatyo, dalam pesan singkatnya, Rabu (18/2/2009).

Bambang menambahkan, Indonesia sangat dirugikan oleh kebijakan seperti itu karena AS adalah salah satu tujuan utama produk ekspor RI selain Uni Eropa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terutama untuk produk ekspor RI seperti tekstil dan produk tekstil (TPT), alas kaki, meubel atau furniture, produk perkebunan dan ikan serta hasil laut lainnya, selama ini menjadi langganan pasar AS.

"Kalau AS memaksa warganya hanya membeli produk Amerika, industri TPT dan alas kaki Indonesia dipastikan runtuh," tandasnya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah Indonesia perlu merespons kedatangan Hillary dengan pendekatan politik dan ekonomi.

"Kalau AS menginginkan peran Indonesia yang kuat dan konstruktif di dunia Islam maupun di kawasan Asia Tenggara, AS harus kooperatif dan partisipatif dalam pemulihan ekonomi Indonesia," tuturnya.

Bahkan Bambang mengingatkan, AS harus fleksibel dan seluas-luasnya membuka pasarnya bagi produk ekspor RI. (hen/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads