PLN Diminta Amankan Listrik Saat Pemilu

PLN Diminta Amankan Listrik Saat Pemilu

- detikFinance
Rabu, 25 Feb 2009 10:39 WIB
PLN Diminta Amankan Listrik Saat Pemilu
Jakarta - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) diminta untuk mengamankan sebanyak 36 obyek vital nasional dalam rangka menyambut Pemilu. Pengamanan itu diharapkan bisa menghindari terjadinya defisit listrik ketika Pemilu.
 
Demikian hal itu dikemukakan oleh Menteri Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro di usai membuka rapat kordinasi listrik di Kantor Pusat PLN, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Rabu (25/2/2009).
 
"Kalau kita lihat di dalam obyek vital nasional ini sekitar 260, tersebar di seluruh Indonesia. Terbanyak dari obyek vital yaitu dari listrik dari pertambangan, minyak dan gas. Nah, listrik itu ada sekitar 36 unit yang merupakan obyek vital nasional," katanya.
 
Ia mengatakan, pengamanan yang dilakukan PLN merupakan pengamanan sistem internal untuk ring 1. Sementara untuk ring 2 ia mengharapkan masyarakat bisa ikut berpartisipasi dalam pengamanan tersebut.
 
"Caranya bagaimana, saya dorong PLN ini agar komitmen men-develop corporate social responsibility (CSR) karena dengan melakukan itu akan menumbuhkan sense of belonging, rasa memiliki dari masyarakat sekitar untuk ikut mengamankan proyek-proyek ini," jelasnya.
 
Menurutnya, listrik ini mempunyai arti penting terutama pada waktu perhitungan suara nanti. PLN biasanya disalahkan jika dalam perhitungan suara nanti tiba-tiba listrik mati. Maka dari itu, ia meminta PLN untuk tetap mengamankan dalam segala hal, baik dari suplai, distribusi hingga instalasi.
 
PLN juga diharapkan sudah memiliki cadangan listrik yang cukup guna mengantisipasi hilangnya sumber daya ketika Pemilu.
 
"Jadi kalau misalkan listrik di Jawa-Bali ini sekitar 15.000 MW, dia harus punya sekitar 30 persen diatas itu untuk pengamanan. Tapi ini kan masalahnya bukan hanya cadangan saja tapi juga distribusinya kemudian nanti masuk ke gedung-gedung kemudian mensuplai tenaga untuk nanti perhitungan suara," imbuhnya.

(ang/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads