Pemerintah Sudah Rela Kalau Ada BUMN yang Mati

Pemerintah Sudah Rela Kalau Ada BUMN yang Mati

- detikFinance
Rabu, 25 Feb 2009 11:21 WIB
Pemerintah Sudah Rela Kalau Ada BUMN yang Mati
Jakarta - Pemerintah meminta agar pemimpin BUMN tidak begitu saja meminta bantuan penyelamatan dari pemerintah pada tahun ini. Jika ada BUMN yang memang harus tutup, pemerintah sudah merelakannya.

Demikian disampaikan Menko Perekonomian dan Menkeu Sri Mulyani dalam BUMN Executive Breakfast Meeting "Economic Outlook 2009" di Wisma Antara, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (25/2/2009).

"Anda jangan datang ke saya tahun ini. Kalau Anda bilang BUMN Anda mau mati, mati saja. Anda pikir yang saya hadapi lebih ringan," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sri Mulyani menambahkan, yang dihadapi pemerintah tidak lebih berat dari yang dihadapi BUMN. Jika BUMN mengeluh kesulitan menghadapi fluktuasi rupiah, hal yang lebih berat juga dihadapi pemerintah.

"Anda mengahdapi perubahan kurs rupiah yang berubah, saya juga. Kalau setiap Rp 1.000 rupiah melemah, anggaran saya berubah Rp 12 triliun," ujarnya.

Namun dari semua BUMN, sektor perbankan adalah institusi yang dinilai unik. Seberapapun rusak suatu perbankan, bank tersebut harus dipertahankan dan tidak boleh hilang.

"Bank institusi yang unik. Kalau rusak, seberapa pun kita benci yang merusak, bank-nya tidak boleh hilang. Kalau 1 hilang akan merusak sistem, sistem bisa kolaps. Karena dampaknya begitu besar, maka yang merusak perbankan dosanya dieksponensialkan 10 kali lipat. Tapi kalau bagus, pahalanya 10 kali lipat juga," katanya.

(lih/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads