Harga BBM Belum Perlu Naik

Harga BBM Belum Perlu Naik

- detikFinance
Rabu, 25 Feb 2009 15:39 WIB
Harga BBM Belum Perlu Naik
Jakarta - Pemerintah dinilai belum perlu menaikkan harga BBM dalam waktu dekat. Surplus dari penjualan premium pada Desember 2008 dan awal 2009 seharusnya bisa digunakan untuk menambal kekurangan subsidi demi menjaga harga BBM.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Refor-Miner Institute Pri Agung Rakhmanto dalam pesan singkat yang diterima detikFinance, Rabu (25/2/2009).

"Dengan keuntungan yang diperoleh pemerintah Desember-Januari lalu yang Rp 3 triliun lebih, jelas tidak perlu pemerintah menaikkan harga premium dan solar karena harga keekonomian di kisaran Rp 4.500 per liter," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Achmad Faisal menyatakan harga solar internasional saat ini sekitar US$ 43 per barel.

"Sedangkan untuk premium sekitar US$ 50 per barel," kata Faisal saat ditemui usai menghadiri Musyawarah Nasional II Perhimpunan Pengusaha Elpiji Indonesia, di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (25/2/2009). Harga BBM Turun Tidak Realistis
Sementara terkait permintaan Pansus Hak Angket BBM yang ingin harga BBM kembali diturunkan, menurut Pri Agung justru tidak realistis dan sangat berisiko.

"Saya pikir malah tidak realistis dan beresiko bisa makin mmperparah kondisi perekonomian secara keseluruhan," ujar Pri Agung.

Menurut Pri Agung, ketika harga diturunkan ke level Rp 3.500-Rp 3.900 per liter itu tidak akan diikuti dengan penurunan harga lainnya.

"Karena ketika diturunkan ke level itupun harga-harga yang lain tidak akan turun, tapi ketika harus dinaikkan lagi, efek berantai kenaikan harganya akan kembali muncul serupa dengan ketika harga BBM naik mei 2008 lalu," jelasnya.

Menurut Pri Agung, Rp 4.000 per liter untuk premium paling rendah mungkin masih cukup realistis, namun momentumnya sepertinya sudah lewat.

"Mestinya Desember atau Januari lalu," katanya.
(epi/lih)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads