Emas Penyumbang Terbesar Inflasi

Emas Penyumbang Terbesar Inflasi

- detikFinance
Senin, 02 Mar 2009 14:14 WIB
Emas Penyumbang Terbesar Inflasi
Jakarta - Setelah dua bulan berturut-turut deflasi, pada Februari 2009 akhirnya terjadi inflasi sebesar 0,21%. Salah satu penyumbang inflasi terbesar adalah kenaikan harga emas yang sebesar 11% dengan sumbangan ke inflasi sebesar 0,19%.

"Harga emas ini mengikuti perkembangan kurs," ujar Kepala BPS Rusman Heriawan dalam konferensi pers di kantornya, Jalan DR Sutomo, Jakarta, Senin (2/3/2009).

Seperti diketahui, nilai tukar rupiah memang sempat melemah dan menembus 12.000 per dolar AS selama Februari. Sementara harga emas di pasar internasional juga tercatat naik mendekati US$ 1.000 per ounce.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih lanjut Rusman menjelaskan, beberapa komponen penyumbang inflasi pada Februari adalah:
  • Beras yang naik 2%, sumbangan ke inflasi 0,08%.
  • Gula pasir naik 9,5%, sumbangan ke inflasi 0,06%.
  • Bawang merah naik 16,6%, sumbangan ke inflasi 0,05%.
  • Cabe rawit paling besar kenaikannya hingga 30%, tapi sumbangan ke inflasi hanya 0,05%.
  • Daging ayam ras naik 2,5%, sumbangan ke inflasi 0,03%,
  • Rokol kretek filter naik 1,45%, sumbangan ke inflasi 0,03%,
  • Ikan segara naik 1,1%, sumbangan ke inflasi 0,02%.

"Meskipun begitu, potensi deflasi juga terjadi di Februari karena angkutan dalam kota tarifnya turun. Jadi Februari terhadap Januari, tarif angkutan turun 10,38%, dampak penurunan premium juga masih terasa 4,69%. Jadi penurunan BBM pada pertengahan Januari masih ada pengaruhnya pada Februari," jelas Rusman.

BPS mencatat inflasi Februari sebesar 0,21%, setelah pada Januari 2009 deflasi 0,07% dan Desember 2008 deflasi 0,04%. Inflasi tahun kalender dari Januari-Februari 2009 tercatat sebesar 0,14% sementara inflasi year on year tercatat sebesar 8,6%.

(qom/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads