Pemerintah Minta Harga Premium Dilihat Jangka Panjang

Pemerintah Minta Harga Premium Dilihat Jangka Panjang

- detikFinance
Selasa, 03 Mar 2009 15:17 WIB
Pemerintah Minta Harga Premium Dilihat Jangka Panjang
Jakarta - Pemerintah meminta agar anggota DPR tidak melihat harga BBM dalam jangka pendek, melainkan jangka panjang. Harga BBM memang tidak diturunkan sampai tingkat paling rendah untuk memberikan bantalan jika harga minyak di pasar kembali naik.

Demikian disampaikan Menneg BUMN Sofyan Djalil menanggapi aksi anggota DPR yang mengajukan hak berpendapat terkait harga premium.

"Jadi jangan lihat satu atau dua bulan, pemerintah lihat dalam perspektif jangka yang cukup. Harga minyak kan naik turun, oleh sebab itu waktu turun sekali tidak diturunkan habis, kita harus lihat kalau nanti harus naik lagi," katanya disela-sela acara World Islamic Economic Forum di Hotel Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta, Selasa (3/3/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Sofyan, jika harga BBM diturunkan hingga titik paling rendah, maka besar kemungkinan pemerintah harus kembali menaikkan harga BBM.

"Coba bayangkan kalau kemarin turun drastis, menaikkan kembali lebih sulit," katanya.

Untuk itu, pemerintah memilih untuk menyimpan keuntungan yang diperoleh pemerintah dari penjualan premium sebagai langkah siaga jika harga minyak naik lagi.

"Oleh sebab itu kita masih sediakan subsidi secara over all. Jadi bukan berarti pemerintah cari untung di situ, tapi untuk bantalan keadaan jika harga naik lagi," katanya.

Kondisi ini memang unik karena harga BBM di Indonesia masih dikendalikan oleh pemerintah.

"Biasanya harga naik turun karena harga pasar. Ini kan tidak, harga BBM masih dikontrol pemerintah dan dalam keadaan pasar naik. Pemerintah mensubsidi, dalam keadaan turun, pemerintah tidak turunkan sampai lantai dasar, karena kesulitannya waktu naik lagi," katanya. (lih/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads