Harga Pangan Dunia Kembali Naik di Akhir 2009

Harga Pangan Dunia Kembali Naik di Akhir 2009

- detikFinance
Rabu, 04 Mar 2009 13:15 WIB
Harga Pangan Dunia Kembali Naik di Akhir 2009
Jakarta - Harga komoditas pangan dunia diperkirakan akan kembali naik pada akhir 2009. Kenaikan harga pangan dunia diperkirakan memang akan lebih cepat terjadi dibandingkan pemulihan resesi ekonomi global.

Demikian disampaikan Deputi Menko Perekonomian Bidang Pertanian dan Kelautan Bayu Krisnamurthi di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (4/3/3009).

"Saat ini memang growth turun, demand turun, harga turun. Tapi krisis juga menyebabkan investasi kurang di pertanian, baik dari pemerintah maupun swasta. Growth produksi kecil, menekan harga ke atas. Harga pangan akan naik dalam waktu tidak terlalu lama," tuturnya
 
Bayu mengakui jika kenaikan harga pangan ini terjadi maka akan menjadi masalah bagi masyarakat miskin di tengah kondisi perekonomian yang menurun.
 
"Ekonomi belum recover, tapi harga pangan sudah naik. Harus ada food and nutrition security. Ada bukti kuat bahwa kondisi gizi anak-anak yang buruk akan berakibat kondisi ekon buruk 20-30 tahun lagi. Saat ekonomi lesu, pangan tidak akan dikorbankan, tapi gizi akan dikorbankan. Ini menjadi kekhawatiran," paparnya.
 
Dikatakan Bayu menurut kajian International Food Policy Research Institute kenaikan harga pangan di 2009 mencapai setengah dari kenaikan harga pangan di 2008.
 
"Diperkirakan harga akan sama dengan 2008 pada akhir 2009 dan awal 2010. Tapi itu juga belum tentu menjadi puncak," ucapnya.
 
Untuk mencegah kelangkaan pangan, Bayu mengatakan sudah ada pembicaraan di ASEAN untuk membuat multinational food stok.
 
"Kemudian, perlu keterbukaan info tentang stok masing-masing negara, distribusi, produksi, dan sebagainya. Stok regional itu adalah jaminan. Kalau ada gangguan, ada tempat untuk meminta. Harus ada ketersediaan pangan. Indonesia ada stok beras yang cukup, makanya stabil. Makanya, kalau ada stok yang cukup kuat, bisa menjaga stok antar negara," katanya.

(dnl/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads