Demikian disampaikan Direktur Utama PLN, Fahmi Mochtar dalam kunjungan kerjanya di Riau, Kamis (05/3/2009) di Kantor Gubernur Riau, Jl Sudirman, Pekanbaru.
Dia menjelaskan, sekarang ini PLN Riau dan Kepri hanya mampu melayani 648.860 pelanggan. Pelayanan itu dengan daya tersambung sebesar 991,666 kilo Volt Ampher (kVA). Dengan kondisi itu maka saat ini kedua provinsi ini defisit listrik mencapai 15,43 MW. Sedangkan puncak beban normal di grid sistem mencapai 259,MW.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fahmi menjelaskan, begitu besarnya kekurangan daya listrik untuk wilayah Riau, sehingga PLN memasukan dalam program pembangunan pembangkit listrik 10 ribu MW fase I. Padahal awalnya, pihak PLN tidak memasukan Riau dalam program nasional tersebut. Mengingat wilayaha Riau memiliki jaringan interkoneksitas PLN Sumatera Bagian Selatan dan Tengah.
"Setelah kita telusuri, ternyata kondisi kelistrikan di Riau sungguh memprihatinkan dengan rasio elektrifikasi hanya sebesar 42,69 persen. Pertumbuhan kebutuhan listrik berkisar 6-7 persen dalam lima tahun terakhir. Saya cukup prihatin dengan fakta yang ada," kata Fahmi. (cha/qom)











































