Demikian pernyataan Asisten Dirjen Food and Agriculture Organization (FAO) membidangi Departemen Kehutanan, Jan Heino, melalui siaran pers, Selasa (10/3/2009) hari ini.
Menurut Heino, hal itu berarti dapat mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kelestarian lingkungan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mengingat hutan dan pepohonan adalah sumber penyimpan karbon vital, maka investasi di kehutanan akan merupakan kontribusi utama dalam usaha mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan lingkungan hidup," ujar Heino, seperti disampaikan Atase Pertanian KBRI Roma Erizal Sodikin kepada detikfinance siang ini waktu Eropa Tengah.
Disebutkan, bahwa peningkatan investasi di sektor kehutanan itu di samping mampu menciptakan banyak lowongan pekerjaan, juga dapat mereduksi berkurangnya areal hutan sebagaimana banyak dilaporkan terjadi di beberapa negara.
COFO
Bagaimana pengelolaan hutan berkelanjutan dapat membangun sebuah masa depan yang hijau dan mempu memenuhi perubahan kebutuhan masyarakat, itu akan menjadi bahasan utama dalam World Forest Week yang akan digelar bersamaan dengan FAOβs Committee on Forestry (COFO) ke-19 pada 16β20/3/2009 akan datang.
Sekadar tahu, COFO adalah sidang FAO setiap 2 tahun sekali, yang merupakan tempat berkumpulnya semua anggota FAO. Pertemuan akan membahas dan mendiskusikan berbagai aspek terkait dengan kehutanan.
Menurut rencana pada pertemuan ini Delegasi Indonesia akan mengirimkan Sekjen, dan Dirjen Planologi Kehutanan, Departemen Kehutanan. (es/es)











































