Hal ini disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pembukaan AGRINEX EXPO di JCC, Jakarta, Rabu (11/3/2009).
Peluang ini berawal dari informasi bahwa kebutuhan sayuran Singapura mencapai 1.000 ton per hari. Namun ternyata porsi impor sayuran dari Indonesia hanya sedikit, kurang dari 5%. Padahal, kalau dilihat dari sisi geografis, lokasi Singapura dan Indonesia sangat dekat sehingga memungkinkan untuk menggenjot ekspor sayuran ke negeri singa ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agribisnis memang menjadi salah satu bisnis yang potensial di tengah krisis seperti sekarang. Bagaimana tidak, Indonesia secara alami memiliki sumber daya alam yang berlimpah.
Namun SBY mengingatkan, agribisnis tidak bisa hanya mengandalkan sumber daya alam atau sisi hulunya saja, melainkan juga harus memperhatikan sektor hilirnya.
"Agribisnis adalah satu proses dari hulu hingga hilir," katanya.
Kesatuan proses agribisnis pun tidak bisa berjalan secara terpisah-pisah. SBY menegaskan, akan lebih baik jika industri agribisnis nasional bisa disinergikan.
"Prakarsa yang dilakukan oleh badan-badan deptan untuk melakukan agribisnis ini sangat penting untuk kita sukseskan. Bagus jika ada sinergi pada tingkat nasional, kelak sinergi regional dan global," katanya.
Salah satu yang masih perlu dikembangkan adalah penelitian benih sehingga produktivitas pertanian nasional bisa makin meningkat.
"Penelitian dan pengembangan yang serius, benih-benih yang bisa meningkatkan produktivitas. Itu juga tidak tiba-tiba tapi kerja keras yang perlu apresiasi kita semua. Litbang sangat penting dengan litbang yang berhasil pertanian bisa meningkat," katanya. (lih/qom)











































