Demikian disampaikan Dirjen Perbendaharaan Heri Purnomo di kantor Departemen Keuangan, Jakarta, Jumat (13/3/2009).
"Subsidi Pertamina (BBM) itu belum pernah dicairkan sampai sekarang. Itu jumlahnya kalau di pagu APBN 2009 Rp 57,6 triliun. Jadi sampai sekarang belum dicairkan," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena mereka belum minta, biasanya kan ada pengajuan dari Pertamina ke Ditjen Perbendaharaan," katanya.
Sejak Januari hingga Februari 2009 pemerintah memang mengakui masih mengantongi surplus dari penjualan premium bersubsidi. Apakah surplus ini yang digunakan untuk menutupi subsidi solar dan minyak tanah?
"Aduh saya belum tahu ya, mungkin saja. Kita belum dapat laporannya, itu kan juga nanti berdasarkan perhitungan ESDM dan Pertamina," kata Heri.
Subsidi Listrik
Sementara untuk subsidi listrik, Heri menyatakan sudah ada pencairan sebesar Rp 7,8 triliun dari pagu APBN 2009.
"Kalau subsidi listrik sudah, pencairannya mencapai Rp 7,8 triliun," katanya. (lih/qom)










































