Pasalnya, di tengah krisis ekonomi global yang masih melanda seperti ini banyak perusahaan lain yang menurunkan proyeksi perolehan laba bersihnya jauh dari tahun sebelumnya. Sedangkan laba BUMN hanya turun sekitar 6,6 persen.
Hal tersebut dikemukakan oleh Sekretaris Kementerian Negara BUMN M Said Didu di kantornya, Gedung Garuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (13/3/2009).
"Proyeksi laba (bersih) BUMN itu nekat. Itu sudah bagus, coba lihat RKAP lain turunnya drastis," ujarnya.
Ia mengatakan, dalam krisis seperti ini banyak perusahaan luar negeri yang jauh menurunkan proyeksinya bahkan hingga menutup perusahaannya.
Menurutnya, perolehan laba bersih BUMN tahun 2008 sebesar Rp 75 triliun kemarin itu merupakan yang tertinggi pernah dicapai selama ini.
"Tahun 2004 aja cuma Rp 34 triliun, sekarang sudah dua kali lipat kan," tegasnya. (ang/lih)











































