Permintaan Batik Melonjak 50%

Permintaan Batik Melonjak 50%

- detikFinance
Sabtu, 14 Mar 2009 15:20 WIB
Permintaan Batik Melonjak 50%
Cirebon - Permintaan batik melonjak tajam pasca booming batik pertengahan tahun lalu hingga mencapai 50% sepanjang 2008. Dari perhitungan jumlah omset secara kasar permintaan di Jawa Barat saja sekitar Rp 350 miliar.
 
Demikian dikatakan oleh pemilik Batik Komar, Komarudin Kudiya yang juga menjabat sebagai ketua Harian Yayasan batik Jawa Barat dan Pengurus Yayasan Batik Indonesia bidang pengembangan desain dan sumber daya, disela-sela acara kunjungan Mendag Mari Elka Pangestu di Pasar Kanoman, Cirebon (14/3/2009).
 
"Kondisi industri batik, semenjak 2008 batik semakin maju, kemarin booming batik," kata Komar.

Booming batik itu, kata dia tidak terduga, namun para perajin sangat senang dengan permintaan yang tinggi, apalagi anak muda juga sudah mulai gemar memakai batik.
 
"Di Jawa Barat kenaikannya bisa 50%, apalagi ada anjuran pemerintah mengenakan batik, pasti akan lebih lagi," jelasnya.
 
Ia mencontohkan di pemda Bandung saja terdapat 13.000 PNS, jika setiap PNS membeli 2 helai batik setidaknya akan ada permintaan 26.000 helai batik dari pemda Bandung.
 
Namun kata dia saat ini masyarakat masih belum banyak membedakan antara produk karya batik dengan tekstil bermotif batik.
 
"Kalau benar-benar produk batik itu harganya, pasti diatas Rp 50.000 per buah," imbuhnya.
 
Masalah Klasik
 
Diakuinya sekarang ini permodalan masih menjadi masalah klasik terutama dari perbankan. Bunga kredit pinjaman bank yang masih di atas 16% dianggap memberatkan pengusaha.
 
"Sekarang masih ada tengkulak bayarnya dengan barang bukan uang, belum masalah tempo waktunya, ini masalah juga," ucapnya.
 
Diakuinya untuk produk batik Komar sudah mampu mengekspor ke Jepang dalam skala yang masih kecil yaitu 1% dari produksi dalam bentuk produk kimono.
 
"Awal tahun ini memang agak sedikit berkurang, nggak tahu apakah akan naik ketika kampanye pemilu atau tidak?" ucapnya.
 
Batik Termahal di Dunia
 
Produk batik Komar mencatatkan batik termahal seharga Rp 400 juta dengan ukuran penjang 446,5 meter ke dalam rekor MURI dan Rekor dunia, yang dibeli oleh Yayasan Batik Indonesia.
 
"Itu terjadi pada tahun 2005, masuk MURI dan GBR, motifnya dari Sabang sampai Merauke," ucapnya. (hen/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads