Pasar Tradisional Kian Susah Saingi Pasar Moderen

Pasar Tradisional Kian Susah Saingi Pasar Moderen

- detikFinance
Sabtu, 14 Mar 2009 17:37 WIB
Pasar Tradisional Kian Susah Saingi Pasar Moderen
Pulau Seribu - Pasar-pasar tradisional mulai ditinggalkan para pembelinya yang mulai bergeser ke pasar moderen karena harga dipasar moderen yang lebih murah dibanding harga di pasar tradisional.
 
Hal ini disampaikan Deputi Kerjasama dan Investasi Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (Asparindo), Suhendro dalam 'Rapat Roadmap pemberdayaan UMKM khusus untuk kawasan Outsourching dan Factoring' di Pulau Bidadari, Kepulauan Seribu, Sabtu (14/3/2009).
 
"Ibu-ibu sekarang banyak yang beralih ke pasar modern karena dinilai lebih nyaman, tidak kotor, becek dan bau," ujar Suhendro.
 
Selain karena kenyamanan, Suhendro menyatakan faktor harga juga menjadi pendorong fenomena ini terjadi. Harga di pasar moderen lebih murah dibandingkan pasar tradisional karena ternyata langsung memperoleh barang dari produsen.
 
"Mereka punya bargain yang kuat sehingga bisa langsung membeli barang ke produsen dan bahkan memperoleh potongan harga. Jadi mereka melalui satu rantai distribusi sedangkan kami melalui lima rantai distribusi," tutur Suhendro.
 
Suhendro menyatakan kondisi ini juga berimbas pada penghasilan para pedagang sehingga sudah banyak pedagang yang menutup tokonya. "Fenomena yang terjadi di dalam pasar saat ini ada beberapa toko yang sudah tutup, namun kaki lima bertambah," kata Suhendro.
 
Untuk itu, Suhendro menilai depo pasar harus segera dibentuk untuk memotong jalur distribusi ini.  
 
"Mesti dibentuk depo pasar untuk menampung barang yang akan diambil pedagang. Dengan depo pasar ini, rantai distribusi bisa berkurang dari lima tingkat menjadi dua tingkat sehingga harga lebih murah. Hal ini sudah kami usulkan, namun belum terealisasi sampai sekarang," ungkapnya. (epi/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads