Demikian disampaikan Direkttur Utama PT Excelcomindo Pratama Hasnul Suhaimi dalam Seminar Prospektif Bisnis 2009 di hotel Nikko Jakarta, Selasa (17/3/2009).
"Rencana dari pemerintah, dalam hal ini Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo), tahun ini pertumbuhan nilai industri komunikasi di Indonesia akan mencapai Rp 84 triliun (planned). Namun para provider operator optimis di angka Rp 82 triliun dan pesimis berada di angka Rp 79 trilliun," ujarnya.
Walaupun akan terjadi kenaikan nilai, lanjut Hasnul, namun pertumbuhan tersebut cenderung melambat. Target optimistis sebesar Rp 84 triliun pun diperkirakan bakal sulit tercapai.
"Hal ini terjadi karena pada saat krisis, para operator cenderung mengambil kebijakan low price, karena persaingan," jelasnya.
Oleh sebab itu, pendapatan perusahaan pun akan turun. Dan karena uang semakin susah dicari, maka akan terjadi pengereman mendadak.
"Dengan memberikan High Quality Low Price maka terjadi traffic yang tinggi dan cost yang juga tinggi, hal ini membuat growth melambat," paparnya.
"Maka dari itu, harus dilakukan efisiensi maksimal sehingga investasi dan pendapatan tetap ada dan mencukupi," pungkasnya.
(dru/lih)











































