Hal ini disampaikan Direktur Utama Perum Bulog, Mustafa Abu Bakar kepada wartawan di Gedung Bulog, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (18/3/2009).
"Ada persediaan tapi pada tingkat swasta. Pada Bulog, yang dari PTPN sudah tidak ada. Tapi sampai April masih aman karena stok yang cukup di swasta, jadi impor belum dibuka,"ungkap Mustafa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"255 ribu ton tersebut sudah terjual habis sehingga prosentase realisasinya 100 persen. Stok tersebut sudah terjual habis pada bulan Januari karena baru di mulai akhir November atau Desember," ungkapnya.
Untuk tahun 2009, imbuh Mustafa, kelanjutan dari kerjasama Bulog dengan PTPN dan PT RNI masih dalam pembahasan karena skalanya lebih besar. Mustafa mengatakan Bulog baru akan melakukan aktivitas pembelian sekitar bulan April atau Mei sebab musim giling baru akan terjadi pada bulan Mei.
"Sekarang belum ada aktivitas Bulog untuk menampung dan menyalurkan gula dari PTPN," tambahnya.
Saat ditanya berapa volume yang akan dibeli Bulog untuk tahun ini, mustafa enggan menyebutkan angka pastinya. "Saya belum berani sebutkan," jawabnya.
Terkait pola pemasarannya yang digunakan, Mustafa menuturkan pola yang digunakan diharapkan sama dengan pola yang digunakan pada tahun lalu yaitu dengan menggunakan pola keagenan. Dengan pola keagenan ini Bulog akan menampung lalu mendistribusikannya hingga ke daerah-daerah terpencil.
"Kita masih refer menggunakan pola keagenan," pungkasnya.
(epi/qom)











































