Purbaya Cek Dulu Syarat China Sebelum Guyur Duit Negara buat Kereta Cepat

Purbaya Cek Dulu Syarat China Sebelum Guyur Duit Negara buat Kereta Cepat

Ilyas Fadilah - detikFinance
Sabtu, 14 Feb 2026 15:14 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan wartawan saat media briefing di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (31/12/2025). Menteri Keuangan menyatakan optimis ekonomi nasional bisa tumbuh enam persen yang didukung dari Bank In
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.Foto: ANTARA FOTO/Bayu Pratama S
Jakarta -

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara soal penyelesaian utang kereta cepat Jakarta-Bandung. Penyelesaian utang kereta cepat pertama di Asia Tenggara itu rencananya memakai duit negara melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Saat ditanya apakah dirinya setuju dengan utang kereta cepat dibayar pakai APBN, Purbaya menegaskan akan melihat dulu persyaratan yang diajukan pihak China.

Sebagai informasi, utang yang harus dibayar untuk kereta cepat mencapai Rp 1,2 triliun/tahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita lihat kondisinya di China sepertinya apa, apa persyaratannya dari China," ujar Purbaya saat ditemui di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Bendahara Negara menambahkan, jika penyelesaian utang Whoosh benar menggunakan APBN maka ia akan berangkat langsung ke China untuk negosiasi. Tapi, ia menyebut akan memastikan lagi apakah benar ada keterlibatan APBN.

ADVERTISEMENT

"Kalau saya yang bayar saya akan ke China, saya sendiri. Tapi saya belum tahu, saya akan double check," tuturnya.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Sebelumnya, Prasetyo Hadi menyatakan urusan utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung bakal dibayar APBN. Saat ini proses negosiasi utang sedang melakukan finalisasi yang dilakukan oleh BPI Danantara dan pihak China.

"Kemarin laporan terakhir, rapat di Danantara, jadi masih ada finalisasi sekarang proses negosiasi atau pembicaraan teknisnya itu langsung dipimpin oleh Pak Rosan sebagai CEO Danantara," ungkap Prasetyo di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (10/2/2026).

"Iya (utang Whoosh tetap dibayar dengan APBN)," tegasnya memastikan ketika ditanya nasib pembayaran utang Whoosh dengan APBN.

(ily/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads