"Belum ada industri besar dari dalam negeri. Sebagian besar adalah PMA, tidak ada PMDN dan dananya dari kredit investasi," kata Abdul Latief dalam acara seminar Kemandirian Berbasis Ekonomi Lokal di gedung Pascasarjana, Universitas
Gadjah Mada, Kamis (19/3/2009).
Dia mengatakan saat ini diperlukan adanya gerakan secara konseptual dan terencana untuk kembali mengembangkan ekonomi kerakyatan. Berdasarkan pengalamannya sejak zaman Orde Lama hingga Orde Baru belum banyak sektor industri kerakyatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pengusaha swasta nasional atau pelaku pribumi sangat kecil sekali. Ini yang harus ditumbuhkan untuk menumbuhkan kemandirian bangsa di bidang ekonomi. Sebab bila tidak ada, Indonesia selamanya tidak akan tumbuh besar dan terjajah asing,"
kata mantan Menteri Tenaga Kerja zaman pemerintahan Soeharto itu.
Dia mempersoalkan siapa capres dan cawapres terpilih nanti, asalkan ada kejelasan program khusus di bidang ekonomi pada kabinet mendatang.
"Ekonomi kerakyatan mari terus kita kembangkan disesuaikan dengan kondisi bangsa saat ini. Silakan saja siapa yang akan memimpin asalkan ada kejelasan dan ketajaman program yang berkomitmen pada kepentingan rakyat," pungkas Latief.
(bgs/lih)











































