SPBE Tanjung Priok Rekor Terbesar dan Tercepat

SPBE Tanjung Priok Rekor Terbesar dan Tercepat

- detikFinance
Jumat, 20 Mar 2009 11:00 WIB
SPBE Tanjung Priok Rekor Terbesar dan Tercepat
Jakarta - Stasiun Pengisi Bahan Bakar Elpiji (SPBE) Pertamina di Tanjung Priok mendapat rekor MURI sebagai stasiun pengisi terbesar tak hanya di Indonesia, tapi juga di dunia. Namun bagi Wapres Jusuf Kalla, SPBE ini harusnya mendapat satu rekor lagi, yaitu SPBE yang pembangungannya tercepat.

Demikian disampaikan Ketua Umum MURI Jaya Suprana dalam peresmian SPBE Tanjung Priok, Jumat (20/3/2009).

"SPBE ini memiliki kapasitas terbesar di dunia. pertamian tumpuan harapan bagsa, sebagai perusahaan terbesar di Indonesia," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peresmian SPBE ini dihadiri langsung oleh Wapres Jusuf Kalla. Dalam sambutannya Kalla menjelaskan, seharusnya SPBE ini mendapat satu penghargaan rekor lagi yaitu pembangunan SPBE tercepat.

SPBE ini memang dibangun dalam waktu yang cukup singkat, yaitu 2 bulan saja. Padahal, perkiraan awal SPBE baru bisa rampung setelah 1 tahun. Investasi yang dikucurkan untuk pembangunan SPBE ini mencapai Rp 18,5 miliar.

"Desemebr 2008 saya datang, saya minta dibuat 10 kali lipat jadi 1000 MT, saya tanya ke Pak Ari (mantan Dirut Pertamina) dan Pak Faisal (Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina), berapa lama. Mereka bilang setahun. Lalu saya minta dua bulan, buktinya bisa, selama punya semangat," katanya.

Pada saat hendak dibangun, Kalla memang mendorong agar SPBE ini cepat diselesaikan. Bahkan jika dalam negeri tidak bisa memenuhi, maka keran imporpun dibuka.

"Waktu itu saya bilang harus bisa 2 bulan, kalau perlu angkut dari luar negeri, kita bahkan akan meminjamkan Hercules. Ternyata tidak perlu Hercules pun mereka bisa," katanya.

SPBE merupakan salah satu infrastruktur terpenting dalam program konversi minyak tanah ke elpji. Melalui SPBE inilah pasokan elpiji ke masyarakat bisa dijamin aman atau tidak.

"Kalau dulu masyarakat mendemo Pertamina mempertanyakan kenapa minyak tanah diganti elpiji, kini mereka datang mempertanyakan mana itu elpiji," katanya.

Pada awal program konversi dimulai pada 2007, baru ada 66 SPBE Pertamina. Kini, setelah 2 tahun berjalan, Pertamina memiliki 103 SPBE.

(lih/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads