Hal ini disampaikan Presiden Direktur Bosowa Coorporation Erwin Aksa
di sela-sela seminar sehari 'On National Energy Policy' di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (24/3/2009).
"Ini sudah mundur enam bulan. Harusnya kontruksi atau pemesanan mesin enam bulan lalu. Tapi karena krisis dan masalah lain maka ada penundaan dari perbankan China," ungkapnya.
Erwin menjelaskan dari US$ 200 juta yang dibutuhkan untuk pembangunan PLTU tersebut, dimana US$ 60 juta diantaranya berasal dari dalam negeri dan sisanya berasal dari asing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tersendatnya pencairan dana dari China tersebut, lanjut Erwin telah menyebabkan tertunda penyelesaian pembangunan PLTU yang berada di Sulawesi Selatan tersebut.
"Seharusnya akhir 2009 selesai tapi mundur. Kalau tidak ada masalah akan selesai awal tahun 2011," tandasnya.
(epi/lih)











































