"Secara bertahap kita lihat nanti lokasi gardu apa perlu diperbaiki atau tidak setelah terendam. Kalau dia betul-betul baru aman baru dinyalakan," ungkap Direktur Utama PLN Fahmi Mochtar usai sholat Jumat di Kantor PLN Pusat, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Jumat (27/3/2009).
Menurut Fahmi, pihaknya telah melakukan antisipasi dengan memadamkan gardu-gardu yang terendam agar tidak memakan korban jiwa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jumlah gardu distribusi yang dipadamkan hanya 5, sejak terjadinya banjir sekitar jam 5 pagi tadi. Total daya yang padam tidak lebih dari 3 MVA. Yang padam yaitu daerah perumahan," tuturnya.
Murtaqi menuturkan PLN sudah turunkan petugas ke lapangan untuk mengisolasi gardu-gardu yang terendam dan belum memastikan kapan gardu-gardu tersebut dapat dinyalakan.
"Kami sudah menurunkan petugas ke lapangan tapi belum bisa memanuver pasokan karena harus menuggu air surut dan setelah teknis memungkinkan. Waktunya belum bisa dipastikan," jelas Murtaqi.
Murtaqi menegaskan terendamnya gardu tersebut tidak akan berdampak pada pasokan listrik di wilatah lain, termasuk Jakarta.
Saat ditanya berapa kerugian yang harus ditanggung PLN, Murtaqi menyatakan pihaknya belum menghitungnya.
"PLN belum hitung kerugian. Yang harus dilakukan PLN sehubungan gardu distribusi terendam adalah mengamankan dulu, dengan matikan pasokan gardu-gardu yang terendam, demi keselamatan warga," tandasnya. (epi/lih)










































