"Tahap pertama (E 1) direncanakan 7 Juli 2010, kalau bisa dipercepat ya dipercepat," Kata Dirjen Bina Marga Departemen Pekerjaan Umum Hermanto Dardak dalam acara ground breaking akses Tanjung Priok, di Jakarta, Senin (30/3/2009).
Menurut Hermanto, melalui sumber pendanaan sepenuhnya dari pemerintah (pinjaman Jepang) maka diharapkan pembangun jalur tol ini bisa lebih cepat. Nantinya ketika semua total jalur akses tol priok sepanjang 13 Km rampung, maka pemerintah akan melakukan tender pada pihak swasta sebagai pengelola jalan tol.
"Saat ini memang kuncinya adalah utilitas dan pembebasan tanah," jelasnya.
Dikatakannya, tujuan dari pembangunan akses Tanjung Priok diharapkan bisa memperlancar arus eksor dan impor ke kawasan Pelabuhan Tanjung Priok. Selain itu, bagian dari upaya menuntaskan jalan lingkar JORR dan memperbaiki tata guna lahan dan transportasi jalan yang interaksi yang seimbang, mencakup lingkar luar dan lingkar dalam di Jabotabek.
"Kalau ini dibiarkan saja sayang, terputus," ucapnya.
Seksi ini biasa disebut E1 yang mulai dari Rorotan-Cilincing sepanjang 3,4 Km yang merupakan proyek tol yang didanai dari dana pemerintah. Pengerjaan kontrak E1 ditandatangani Desember 2008 dengan nilai kontrak Rp722 miliar (termasuk PPN).
Seksi E1 merupakan bagian dari tol akses Tanjung Priok dengan panjang seluruhnya mencapai 13,32 Km, bagian dari rangkaian dari Jakarta Outer Ring Road (JORR).
Akses Tanjung Priok terdiri dari beberapa seksi diantaranta Rorotan-Cilincing 3,4 km, seksi II (E-2) Cilincing-Jampea 4,2 km, W1 Jampea-Kampung Bahari 2,8 km, W2 Kampung Bahari-Harbor Toll Road 2,9 km dan NS Jampea-Kebon Bawang 1,7 Km.
(hen/ir)











































