Purbaya Siapkan Rp 2 T/Hari demi Rupiah, tapi Dolar AS Masih Ngamuk

Purbaya Siapkan Rp 2 T/Hari demi Rupiah, tapi Dolar AS Masih Ngamuk

Ilyas Fadilah - detikFinance
Rabu, 20 Mei 2026 07:00 WIB
Konferensi Pers KSSK II 2026 digelar di kantor Otoritas Jasa Keuangan, Jakarta, Kamis (7/5/2026). Kegiatan ini dihadiri Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi,
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa/Foto: Muhammad Firman/detikFoto
Jakarta -

Anggaran Rp 2 triliun per hari yang disiapkan untuk membeli obligasi negara, baru terserap Rp 600 miliar. Dana tersebut merupakan bagian dari intervensi pada pasar obligasi demi menguatkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai hal itu menunjukkan tekanan jual di pasar obligasi belum terlalu besar.

"Kemaren aja saya sudah targetkan Rp 2 triliun, hanya dapat Rp 600 miliar. Artinya yang jual juga sedikit sebetulnya. Jadi kita pastikan harga bond tetap terkendali," kata Purbaya di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis (19/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sayangnya, tampak intervensi itu belum menunjukkan hasil signifikan. Mata uang negara Paman Sam masih menguat dan bergerak naik hingga menembus level Rp 17.705 pada perdagangan Selasa sore.

Lebih lanjut, bendahara Negara menjelaskan, pemerintah mulai masuk ke pasar obligasi sejak Kamis pekan lalu. Purbaya mengaku akan melihat perkembangan lebih lanjut dalam menentukan kebijakan ke depan.

ADVERTISEMENT

"Jadi, kita pastikan harga bond tetap terkendali. Dari Kamis minggu lalu. Sedikit, kemarin sedikit. Sekarang saya lihat nanti seperti apa," tambah Purbaya.

Purbaya menambahkan langkah yang dilakukan saat ini masih sebatas pengelolaan kas pemerintah atau cash management. Menurutnya, pemerintah belum sampai mengaktifkan skema bond stabilization framework yang melibatkan lembaga lain seperti PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI)

"Ada emang kita menjaga, ada dua, kita bicara masuk melalui framework maupun melalui cash management kita sendiri. Ini baru cash management. Kalau framework nanti saya panggil SMI dan lain-lain untuk ikut. Tapi sekarang belum separah itu keadaannya, masih relatif lumayan lah," tegasnya.

Kebijakan ini dilakukan seiring dengan menguatnya nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah. Penguatan membawa mata uang Negeri Paman Sam itu menyentuh Rp 17.700-an/US$ 1.

Sebelumnya, Purbaya menyampaikan sudah dilakukan intervensi pada pasar obligasi sebesar Rp 2 triliun per hari. Dengan begitu, kata Purbaya, dalam beberapa waktu dekat ini rupiah bakal kembali menguat.

"Kita sudah masuk ke bond market bertahap ya. Asing juga sudah masuk juga. Jadi, harusnya sih ke depan, minggu-minggu ini akan lebih stabil. Saya akan masuk setiap hari di bond market. Saya minta masuk Rp 2 triliun setiap hari," ujar Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, usai dipanggil Presiden Prabowo, Jakarta, Senin (18/5).

Saksikan Live DetikPagi:

(acd/acd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads