"Penurunan ini terjadi karena penurunan harga tembaga di pasar dunia,"
kata General Manager PTNNT Leigh Taylor dalam keterangan pers PT NNT yang diterima detikFinance, Kamis (2/4/2009),
Taylor memaparkan target setoran ini saat sosialisasi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2009 di hadapan pejabat di lingkungan Pemprov NTB, Kabupaten Sumbawa Barat dan Kabupaten Sumbawa di Mataram hari ini.
Produksi dan Laba 2009
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemasukan dari penjualan tembaga dan emas setelah dikurangi biaya peleburan dan pemurnian konsentrat adalah US$1,149 miliar atau Rp 12 triliun. Sedangkan pengeluaran biaya produksi, biaya pengapalan, royalti, biaya bunga dan lainnya adalah $657,57 juta atau Rp6,89 triliun.
Sehingga pada 2009 PTNNT diperkirakan meraih laba sebelum pajak sebesar US$ 491,92 juta atau Rp 5,16 triliun. Sedangkan laba bersih setelah pajak diperkirakan sebesar US$ 316,95 juta atau Rp 3,32 triliun.
Untuk gaji karyawan nasional, perusahaan menargetkan dana sekitar Rp920 miliar bagi 8000 lebih karyawan dan kontraktor yang bekerja di proyek Batu Hijau saat ini.
Sedangkan pembelian barang dan jasa nasional mencapai Rp4,048 triliun, dan proyek kemasyarakatan sekitar Rp42,86 miliar, sehingga secara keseluruhan PTNNT menghasilkan lebih dari Rp7,66 triliun bagi perekonomian Indonesia pada tahun ini.
(lih/qom)











































