Demikian hal itu dikemukakan oleh Sekretaris Kementerian Negara BUMN M Said Didu di kantornya, Gedung Garuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (2/4/2009).
"Jadi jangan dilihat dari dividen saja, setoran BUMN itu di pajak besar sekali," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Said menambahkan, jika PNBP juga dimasukan maka jumlah setorannya bisa lebih besar lagi.
Proyeksi jumlah setoran BUMN tersebut diambil berdasarkan jumlah belanja modal atau capital expenditure (capex) serta belanja operasional alias operational expenditure (opex) BUMN selama 2008 yang mencapai sekitar Rp 950 triliun.
Dengan jumlah pajak yang jumlahnya cukup besar tersebut, Kementerian Negara BUMN sudah meminta laporan rekap setoran pajaknya ke Dirjen Pajak.
"Tapi sudah sejak tiga tahun lalu kita minta belum dikasih," ujarnya.
Sementara untuk target setoran dividen BUMN untuk tahun buku 2008 sebesar Rp 26,3 triliun untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2009 kemungkinan tidak akan tercapai.
Laba bersih BUMN naik Rp 1 triliun
Pada kesempatan yang sama, ia juga menuturkan laba bersih seluruh BUMN tahun 2008
meningkat sekitar Rp 1 triliun setelah ada beberapa perusahaan plat merah yang
diaudit kinerjanya keuangannya.
Sebelumnya, laba bersih BUMN tahun buku 2008 dipatok Rp 78,9 triliun, dengan adanya
kenaikan tersebut maka menjadi Rp 79,9 triliun.
"Kita tinggal nunggu sisa yang belum audit. Itu nanti masih bisa naik atau bisa
turun lagi," ujarnya.
(ang/qom)










































