Menurut Sekretaris Kementerian Negara BUMN Said Didu, jumlah perolehan bisa jauh lebih tinggi dibandingkan prognosa awal yaitu sebesar Rp 75 triliun. Namun setelah dilakukan audit terhadap beberapa BUMN, nilainya kembali naik ke posisi Rp 79,9 triliun.
"Prognosa 2008 itu lebih rendah karena dilakukan saat gejolak ekonomi di akhir tahun kemarin. Setelah audit rata-rata naik di beberapa BUMN," imbuhnya di kantornya, Gedung Garuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (4/4/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(ang/dnl)











































