Demikian hal itu dikemukakan Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil di kantornya, Gedung Garuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (4/4/2009) malam.
"Ini kami mau panggil EMAAR untuk membahas anggaran dasar dan lain-lain. Ada Pak Alwi Syihab juga ikut," katanya.
Ia mengatakan, selama ini memang ada beberapa kendala dalam rencana investasi perusahaan Timur Tengah tersebut, antara lain pembuatan Peraturan Pemerintah (PP) tentang nilai tanah dan penerbitan SK Hak Pengelolaan Lahan (HPL) atas nama (BTDC)
"Sekarang tinggal masalah teknis saja. Hambatan yang struktural sudah oke semua. BUMN sudah siap," ujarnya.
Sebelumnya, Wapres Jusuf Kalla mentargetkan proyek senilai Rp 7 triliun tersebut sudah bisa dimulai Mei 2009. Ia juga mengharapkan seluruh masalah admistratif bisa tuntas 14 April mendatang.
"Insya Allah akan selesai dalam waktu dekat," tambahnya.
EMAAR berencana membangun kawasan wisata terpadu di area seluas 1.250 hektar di Pantai Aan, Lombok Tengah. Setelah kawasan wisata tersebut beroperasi, EMAAR mentargetkan kunjungan wisatawan asing ke daerah tersebut bisa mencapai dua juta pengunjung per tahun.
(ang/qom)










































