Pemerintah Minta Direksi BUMN Awasi Ketat Serikat Pekerja

Pemerintah Minta Direksi BUMN Awasi Ketat Serikat Pekerja

- detikFinance
Senin, 06 Apr 2009 06:52 WIB
Pemerintah Minta Direksi BUMN Awasi Ketat Serikat Pekerja
Jakarta - Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) meminta seluruh jajaran Direksi BUMN memperketat pengawasan dan menegakkan aturan pada masing-masing BUMN sehubungan dengan netralitas dalam Pemilu.

Demikian hal tersebut dikemukakan oleh Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) M Said Didu dalam pesan singkat yang diterima detikFinance, Jakarta, Minggu (5/4/2009).

"Kementerian Negara BUMN meminta seluruh karyawan BUMN agar tetap netral dalam pemilu 2009. Kepada Direksi BUMN agar melakukan pengawasan dan menegakkan aturan pada masing-masing BUMN," ungkapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemerintah merasa kecewa atas terulangnya kejadian BUMN ikut campur dalam seruan mendukung salah satu partai politik. Kasus yang mencuat sebelumnya adalah Aliansi Serikat Pekerja BUMN Antiprivatisasi (Alkatras) yang mendukung Prabowo Subianto sebagai capres. Ketua Alkatras Ahmad Daryoko mengadakan jumpa pers dukungan terhadap Prabowo di kantor Pusat PLN.

Penggunaan fasilitas negara untuk mendukung salah satu capres ini membuat pemerintah merasa gerah. Ahmad Daryoko yang juga merupakan salah satu ketua SP PLN pun mendapat teguran dan mengaku diancam akan dipecat. Sementara pemerintah berniat melaporkan penggunaan fasilitas negara untuk mendukung capres tersebut kepada Bawaslu.

Dan dukungan terhadap Prabowo juga diserukan oleh Aliansi Serikat Pekerja (SP) BUMN yang memasang sebuah iklan di media massa cetak. Isinya menghimbau seluruh keluarga besar SP BUMN bisa mengarahkan aspirasi politiknya ke salah satu (Parpol).

Menurutnya, hal yang dilakukan Aliansi SP BUMN tersebut secara jelas melanggar Peraturan Pemerintah No 45 dan Undang-undang Pemilu, dimana dalam aturan tersebut BUMN harus berada di posisi netral.

"Hal tersebut melanggar peraturan perundangan, dan bagi yang melanggar akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku," kata Said.

Iklan pada media cetak itu berisikan foto Prabowo dan pernyataan yang mengatasnamakan Aliansi Serikat Pekerja BUMN.

Isi pernyataan tersebut adalah

Aliansi Serikat Pekerja BUMN mendukung Prabowo Subianto sebagai pelopor untuk menjadikan BUMN sebagai lokomotif & tonggak kebangkitan ekonomi serta mengajak seluruh keluarga besar SP BUMN mengarahkan aspirasi politiknya melalui partai Gerindra dalam pemilu 2009.

Di bagian bawah iklan tersebut tercantum nama Ahmad Daryoko sebagai Presiden Aliansi Serikat Pekerja BUMN dan Wakil Presidenya, M Munif.
(ang/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads