Menurut Direktur Utama PLN Fahmi Mochtar, penggenjotan laba bersih tersebut dapat tercapai dengan berbagai efisiensi yang dilakukan perseroan sepanjang tahun 2009.
"Efisiensi dilakukan dengan pengurangan BBM (bahan bakar minyak), dan meningkatkan bahan bakar lain yang lebih murah, seperti gas dan batubara," ujarnya usai paparan kinerja 2008 di Kantor Pusat PLN, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Jumat (17/4/2009).
Ia mengatakan, jumlah penggunaan BBM di 2009 ditargetkan sebanyak 7,9 juta kiloliter, menurun dibandingkan penggunaan BBM di tahun 2008 sebesar 11,3 juta KL.
Sedangkan pemakaian gas alam tahun 2009 diperkirakan meningkat sebanyak 298 billion british thermal unit (BBTU), yang pada tahun sebelumnya hanya 181 BBTU.
Penggunaan batu bara juga akan ditingkatkan menjadi 24,6 juta ton di tahun 2009, sedangkan sebelumnya pada tahun 2008 mencapai 20,9 juta ton.
"Dengan begitu kita targetkan juga laba usaha Rp 10 triliun," ujarnya.
Hingga akhir Desember 2008, perusahaan plat merah itu membukukan pendapatan sebesar Rp 164,2 triliun, meningkat 44 persen dari pendapatan tahun sebelumnya pada periode yang sama.
Sedangkan laba usahanya meningkat 42,3 persen menjadi Rp 3,6 triliun dengan rugi bersih meningkat menjadi Rp 15,8 triliun akibat adanya rugi selisih kurs sebesar Rp 9,3 triliun.
(ang/lih)











































