Kasus Dominasi Carrefour Rawan Terulang di Sektor Lain

Kasus Dominasi Carrefour Rawan Terulang di Sektor Lain

- detikFinance
Senin, 20 Apr 2009 18:05 WIB
Kasus Dominasi Carrefour Rawan Terulang di Sektor Lain
Jakarta - Kasus dugaan dominasi Carrefour di industri ritel mencerminkan kuatnya pelaku usaha skala besar dibandingkan pelaku skala kecil. Fenomena seperti ini bisa saja terjadi juga di sektor lain.

Demikian disampaikan anggota Komisioner KPPU Tadjuddin Nur Said di kantor KPPU, Jakarta, Senin (20/4/2009).

"Jangan sempitkan ini, jangan hanya seolah Carrefour berhadapan dengan pemasok kecil. Fenomena seperti ini bisa terjadi antara usaha besar dengan pemasok kecil di berbagai kegiatan," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari pemeriksaan yang dilakukan KPPU, keluarlah rekomendasi agar pemerintah membuat UU mengenai bisnis ritel. Hal ini karena Keputusan Menteri dinilai tidak cukup bisa menekan dominasi perusahaan besar.

"Jangan-jangan malah pertumbuhan ekonomi di ritel sebetulnya minus di perusahaan kecil," katanya.

Menurutnya, UU yang merinci bisnis ritel sangat penting terutama di saat fenomena pasar tradisional yang beralih ke pasar modern. Selanjutnya, KPPU akan memanggil Departemen Perdagangan untuk menjelaskan kebijakan yang telah ada saat ini.IndikasiKPPU menemukan adanya indikasi pemasok sulit memasok barangnya ke Carrefour. Kesulitan ini makin terasa bagi para pemasok yang berskala kecil.

"Tapi sudah ada indikasi pemasok mungkin agak kesulitan. Kalau pengusaha menengah ada kesulitan, apalagi yang kecil," katanya.

Ia menambahkan, bagi para pemasok Carrefour merupakan patokan di pasar ritel saat ini. Namun karena produk yang dipasok ke Carrefour sangat bervariasi dan jumlahnya banyak, maka butuh waktu untuk membuktikan apakah benar ada ketidakseimbangan trading term.

"Produknya kan banyak, tadi belum bisa ungkapkan semua," katanya.

Ia menjelaskan, ada sejumlah topik yang menjadi perhatian KPPU dalam memeriksa kasus Carrefour. Topik-topik tersebut antara lain persyaratan dagang termasuk masalah listing fee, turn over, dan hubungan pemasok dengan Carrefour.

"Itu kami bandingkan dengan kalau pemasok memasok ke tempat lain. Hingga kini pemeriksaan masih berlanjut," katanya.
(lih/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads