Rencananya pada Juni 2009 salah satu bank yang melayani kredit TKI yaitu Bank Mandiri akan membuka kantor remitensi di Kuala Lumpur Malaysia.
"Bank Mandiri mau buka cabang di Malaysia, mereka sudah salurkan kredit Rp 23 miliar, saya ingin bunganya juga terjangkau," seru Menakertrans Erman Suparno di kantornya, Jumat (24/4/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kurang lebih tercatat 6 juta, itu yang tercatat, kalau yang tidak nggak tahu saya," jelasnya.
Sementara itu, Direktur Utama Bank Mandiri Agus Martowardojo mengatakan pihaknya belum bisa menentukan target realisasi kredit pada 2009 ini. Namun berdasarkan realisasi kredit TKI Bank Mandiri pada 2008 jumlahnya mencapai Rp 23 miliar untuk nasabah TKI Bank Mandiri.
"Kredit yang disalurkan Rp 23 miliar (2008) dari rencana Rp 20 miliar, tahun ini (2009) kita perbaiki bisnis modelnya dulu, baru akan kita targetkan," jelasnya.
Agus mengatakan memang tidak mudah, dalam melakukan pembiayan kredit terutama terhadap kontrol dananya, sehingga kuncinya utamanya harus melakukan pembukaan kantor termasuk di Malaysia.
"Suku bunga tidak terlalu, karena kita tidak terlalu komersial, karena untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Sekarang ini KUR saja bunganya 16%, kita kurang lebih untuk paket-paket tertentu bunganya seperti itu," jelas Agus.
Selain menyalurkan kredit, Bank Mandiri memiliki Dana tabungan TKI Bank Mandiri, yanh jumlahnya dari tahun ke tahun terus meningkat, sejak Desember 2007 yang hanya mencapai Rp 58,61 miliar dengan jumlah 30.000 nasabah, menjadi Rp 160 miliar atau 100.000 nasabah dengan hingga Desember 2008. Hingga Maret 2009 tabungan TKI Bank Mandiri telah mencapai pertumbuhan hingga Rp 200 miliar.
"Kalau tabungan kita mebberikan persyaratan ringan untuk TKI," ucapnya.
(hen/lih)











































