Hal tersebut dikatakan oleh Deputi Menko Perekonomian Bidang Pertanian dan Kelautan, Bayu Krisnamurthi usai menghadiri Seminar Nasional Swasembada Beras Berkelanjutan di Hotel Aryaduta, Jakarta, Rabu (29/4/2009).
"Saat ini baru 54 ribu ton beras yang sudah teregistrasi, namun kita tetap optimis ekspor akan berjalan," ujar Bayu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk penjualan, kita tetap menjual yang jenis premium untuk diekspor, sedangkan yang medium tetap untuk di dalam negeri saja," kata Bayu.
Ia menjelaskan, hal ini karena beras premium harganya jauh lebih tinggi, yakni ada yg bisa sampai Rp 30 ribu per kilo.
Untuk gabah kering giling, lanjut Bayu, sampai saat ini produksi sudah mencapai 53 sampai 54 juta ton Gabah Kering Giling.
"Target tahun ini 63,5 juta ton Gabah Kering Giling atau setara 40 juta ton beras," pungkasnya.
(dru/qom)










































