Padahal saat stok solar berlebihan, Pertamina sempat menunda (resechedule) beberapa rencana impor solar bahkan pernah berencana mengekspor kelebihan solar. Tak jadi mengekspor, Pertamina pun kemudian mencari pembeli dalam negeri yang sanggup menyerap kelebihan stok solar.
Setelah berhasil menjual stok solarnya ke sejumlah pembeli, stok solar Pertamina pun kembali ke level 23 hari. Dan kini, Pertamina berancang-ancang untuk mulai mengimpor kembali solar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan, hingga April 2009, Pertamina telah berhasil menjual 161.900 KL kelebihan solarnya ke sejumlah perusahaan dalam negeri.
"Bulan April kita jual 161.900 KL," ujarnya.
Adapun rincian pembelinya adalah Toyota Tsusho sebanyak 10.000 KL, Aneka Kimia Raya (AKR) sebesar 30.000 KL, Jagad Energi sebanyak 1.000 KL, Petronas 19.800 KL, Patra Niaga sebesar 96.600 KL, PT Elnusa Petrofin sebesar 4500 KL.
Meski stok solar sudah kembali normal, namun Pertamina masih sanggup untuk memenuhi permintaan solar jika ada yang membutuhkan. Pertamina memang diminta untuk selalu bisa memenuhi kebutuhan solar dalam negeri.
"Kita ditanya apakah sanggup suplai, kita bilang sanggup. Kalau Mei ada yang mau beli kita siapkan. Sampai Mei ini Toyota Tsuho berminat untuk membeli 10.000 KL solar dari Pertamina," ungkap Hanung.
(lih/qom)











































