Menurut Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil, pihaknya masih menunggu keputusan pemerintah, apakah akan mengambil langsung saham tersebut atau menugaskan salah satu perusahaan plat merah.
"Harganya sendiri kan nunggu pemerintah dulu. Setelah ditugaskan pemerintah, baru kita lakukan feasibility study. Kalau tugas belum ada kita enggak bisa lakukan," katanya.
Ia mengatakan, saat ini penentuan harga tersebut masih berada di pihak pemerintah. Dengan begitu, pihak yang sedang mengkaji harga pembeliannya juga pemerintah.
"Kalau pemerintah enggak mau beli, dan BUMN diberikan prioritas, baru kita masuk," katanya.
Namun ia memberi sinyal kalau pemerintah akan membeli saham perusahaan tambang emas dan tembaga tersebut. Pasalnya, harga komoditi cenderung sudah bergerak stabil.
(ang/lih)











































