Konversi Minyak Tanah Hemat Subsidi BBM Rp 13,01 T

Konversi Minyak Tanah Hemat Subsidi BBM Rp 13,01 T

- detikFinance
Sabtu, 02 Mei 2009 10:07 WIB
Konversi Minyak Tanah Hemat Subsidi BBM Rp 13,01 T
Jakarta - Program konversi minyak tanah ke elpiji telah berhasil menghemat subsidi BBM PSO hingga april 2009 sekitar Rp 13,01 Triliun. Angka tersebut merupakan angka penghematan selama program konversi berlangsung sejak tahun 2007.

Menurut Deputi Pemasaran dan Niaga PT Pertamina Persero Hanung Budya, sepanjang program konversi PT Pertamina Persero telah berhasil mendistribusikan paket konversi sebanyak 25.587.640 paket untuk rumah tangga dan usaha kecil menengah.

"Untuk tahun ini kami menargetkan akan menyalurkan 23.772.581 juta paket. Hingga bulan April, kami telah menyalurkan 6.504.894 juta, " ungkap Hanung di kantor Pusat Pertamina, Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Jumat (1/5/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adapun jumlah minyak tanah yang sudah ditarik dari masyarakat selama program koversi hingga April 2009 sebesar 3.741.615 kilo liter (KL). Untuk tahun ini target penarikan minyak tanah sebesar 5.373.982 KL, hingga April 2009, jumlah minyak tanah yang telah ditarik sebanyak 1.480.254 KL.

Volume elpiji 3 Kg yang telah disalurkan selama dua tahun program ini berlangsung hingga April 2009 sebesar 1.003.994 ton. Tahun ini volume elpiji 3 Kg yang disalurkan Pertamina ditargetkan mencapai 1.682.234 ton, dan hingga April penyaluran telah mencapai 435.365 ton.

"Konversi merupakan stimulus sebenarnya karena telah menggerakan industri nasional," ucap Hanung.

Hanung mencontohkan, dulu sebelum adanya program ini belum ada pabrik tabung elpiji, tapi sekarang sudah ada 48 pabrik tabung elpiji 3 KG.

"Dengan terus berjalannya program ini, sekarang dibutuhkan minimal 40 juta tabung per tahun. Itu dampak ril program ini," ungkap Hanung.

Terkait telah selesainya program konversi minyak tanah di Jawa Bagian Barat (Banten, Jakarta dan Jawa Barat) Pertamina tetap penuhi kebutuhan minyak tanah untuk daerah-daerah terpencil yang membutuhkan minyak tanah untuk penerangan.

"Misalnya Sukabumi bagian selatan minta pemerintah daerah melakukan pendataan untuk mengetahui kebutuhan minyak tanah untuk penerangan," ungkapnya.

Setelah data itu diperoleh, lanjut Hanung, Pertamina akan menyalurkan minyak tanah dengan harga subsidi. Pertamina juga akan meminta ijin kepada BPH Migas untuk memasukannya ke dalam kuota BBM bersubsidi dalam APBN.

"Sementara izin dari BPH migas belum keluar, kami akan lakukan operasi pasar," jelas Hanung.




(epi/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads