Hal ini dikatakan oleh Ketua BKPM M. Luthfi ketika ditemui di Hotel Ayodya, Nusa Dua, Bali (2/5/2009).
"Pertumbuhan investasi 2009 kita koreksi, tadinya kita pikir kita bisa survive, tapi kita lihat statistik pertumbuhan investasi sampai April 2009 ternyata tidak sesuai perkiraan," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita lihat April pertumbuhannya turun, namun kita optimis Mei naik lagi, karena April pertumbuhannya sudah bottom," ujarnya.
Dijelaskannya, sektor telekomunikasi pertumbuhan investasinya paling luar biasa pesat, khususnya sektor internet.
"Kita tahu dalam 3 tahun terakhir ini pertumbuhan penggunaan internet di Indonesia itu mencapai 290% per tahun. Jadi investasi di telekomunikasi khususnya internet luar biasa, dan itu baru di Jawa dan Sumatera, sementara daerah Indonesia Timur belum," paparnya.
Lutfhi menambahkan, sejauh ini Indonesia sudah mendapatkan komitmen investasi hingga US$ 7 miliar. Komitmen investasi pertama dari perusahaan nikel terkemuka di Eropa yang akan investasi di pertambangan nikel di Maluku.
Kemudian investor adalah investasi di Blok Seloro Donggi dimana mereka awalnya akan melakukan tahap pematangan lahan dengan nilai investasi US$ 400 juta. Dan terakhir adalah pembangunan pembangkit listrik di Sarula Sumatera Utara.
(dnl/qom)











































