Hal ini dikatakan oleh Presiden ADB Haruhiko Kuroda dalam media briefing di acara Pertemuan Tahunan Ke-42 ADB di Hotel Westin, Nusa Dua, Jakarta, Sabtu (2/5/2009).
"SCF ini akan menyediakan pinjaman jangka pendek dengan lebih cepat dan lebih murah dibandingkan dengan fasilitas pinjaman program khusus," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya yakin fasilitas ini akan disambut dengan sangat baik untuk melindungi penduduk miskin dari dampak terburuk dari krisis," ujar Kuroda.
Pengumuman tentang CF ini disampaikan hanya berselang dua hari setelah Dewan Gubernur ADB menyetujui untuk meningkatkan modal ADB menjadi tiga kali lipat dari US$ 55 miliar menjadi US$ 165 miliar.
Peningkatan modal sebesar 200% ini akan sangat meningkatkan bantuan ADB kepada negara-negara yang terkena dampak penurunan ekonomi dunia, dan fasilitas baru CSF akan menjadi bagian dari bantuan ADB ini.
Pinjaman melalui fasilitas CSF akan dikenai biaya sebesar 200 basis point diatas biaya pinjaman ADB. Biaya ini lebih rendah dari pada biaya yang dikenakan terhadap Special Program Facility/SPF yang dibentuk pada saat krisis keuangan Asia pada tahun 1997-1998 untuk membantu kawasan ini menangani kesulitan neraca pembayaran yang tidak menjadi masalah bagi banyak negara berkembang anggota ADB saat ini.
(dnl/qom)











































