Hal ini dikatakan oleh Presiden ADB Haruhiko Kuroda dalam acara Pertemuan Tahunan Ke-42 ADB (Asian Development Bank) di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, Minggu (3/5/2009).
"ADB memperkirakan krisis yang terjadi saat ini akan membuat lebih dari 60 juta penduduk di negara-negara berkembang di Asia terjebak dalam kemiskinan absolut tahun ini, dan mendekati 100 juta penduduk lagi di 2010," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini karena ADB bisa memberikan bantuan tambahan sebesar US$ 10
miliar dari sumber dana komersialnya dalam beberapa tahun ke depan untuk bantuan yang berkaitan dengan krisis.
"Kita harus berusaha sekuat tenaga untuk mencegah terjadinya pembalikan hasil dari kerja keras kita dalam pembangunan sosial dan ekonomi dan pengurangan kemiskinan di kawasan ini," tukasnya.
Dikatakan Kuroda, negara-negara berkembang anggota ADB mengalami kekurangan dana sebesar US$ 53 miliar per tahun untuk bisa mencapai tujuan pembangunan milenium (MDG's).
Sekitar seperempat dari seluruh penduduk di negara-negara berkembang anggota ADB tidak mendapatkan listrik, sebagian hanya memiliki rasio akses terhadap air bersih kurang dari 20% dan akses terhadap sanitasi di beberapa negara rendahn hanya 8%.
Selain itu lebih dari 30% dari penduduk pedesaan di negara-negara berkembang anggota ADB juga kekurangan infrastruktur jalan yang bisa digunakan sepanjang tahun. (dnl/lih)










































