Hal ini dikatakan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pembukaan acara Pertemuan Tahunan Ke-42 ADB (Asian Development Bank di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, Senin (4/5/2009).
"Asia telah lama menjadi motor pertumbuhan ekonomi global, dan ini akan berlanjut pada tahun-tahun ke depan. Asia adalah macan dan naga, dan memiliki ketahanan krisis. Dalam beberapa tahun wilayah Asia Pasifik telah menjadi simbol dan harapan dan inspirasi di dunia," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seperti yang diproyeksikan ADB bahwa pertumbuhan ekonomi Asia-Pasifik di 2009 adalah 3,4% dan 2010 sebesar 6%. Ini adalah proyeksi yang bagus disaat kondisi ekonomi global sedang menghadapi krisis," tuturnya.
Dikatakannya, pada saat ini dimana ekspor melemah, Indonesia menggenjot pertumbuhan lewat pengembangan pasar domestik.
"Di Indonesia prospek kami sangat baik, kami mengharapkan pertumbuhan ekonomi di 2009 akan mencapai 4% sampai
4,5%, karena Indonesia telah banyak belajar dari krisis keuangan 1997/1998," tuturnya.
Menurutnya dengan belajar dari pengalaman krisis sebelumnya, Indonesia jadi memahami lebih awal kebijakan yang harus diambil yang bisa tetap menjaga pertumbuhan ekonomi.
"Dan mengirimkan sinyal yang jelas kepada pasar bahwa pemerintah bisa menangani situasi dengan baik," tukasnya.
(dnl/ir)











































